Mahasiswa Universitas YARSI Berhasil Merancang Website untuk Tracking Banpem Kementerian Pertanian
Bandung, — Pengawasan dan pemantauan penyaluran bantuan pemerintah (banpem) di sektor pertanian sering kali menghadapi kendala efisiensi dan transparansi. Alur distribusi yang panjang serta pencatatan data yang belum terintegrasi secara optimal menjadi tantangan mendasar dalam memastikan bantuan tersebut sampai ke tangan penerima yang tepat secara tepat waktu.
Permasalahan tersebut berhasil dijawab oleh mahasiswa Universitas Yarsi, Muhammad Fadhli Wijaya, yang berhasil merancang platform web khusus untuk sistem tracking banpem Kementerian Pertanian.
Aplikasi berbasis web ini dirancang untuk mempermudah pemantauan alur distribusi bantuan secara real-time, mulai dari tahap pengadaan, pengiriman, hingga diterima langsung oleh kelompok tani sasaran. Dengan integrasi data yang transparan, sistem ini membantu meminimalkan risiko ketidaksesuaian data dan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan bantuan pemerintah.
Mahasiswa dari program studi Teknik Informatika yang saat ini menempuh semester 2 tersebut memanfaatkan keahlian dalam pemrograman web dan manajemen basis data untuk membangun solusi digital yang mudah diakses serta ramah pengguna, baik bagi pihak pengelola maupun penerima manfaat.
Platform ini dibangun menggunakan PHP dan MySQL sebagai fondasi backend, serta memanfaatkan pustaka pemetaan interaktif Leaflet.js untuk memvisualisasikan sebaran bantuan secara geografis di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Setiap wilayah ditampilkan sebagai titik pada peta, di mana ukuran titik merepresentasikan jumlah transaksi bantuan yang tercatat memudahkan pengelola mengenali daerah dengan intensitas penyaluran bantuan tertinggi hanya dengan sekali pandang.
Selain peta interaktif, dashboard ini dilengkapi beberapa fitur utama:
- Ringkasan informasi menyeluruh, menampilkan total wilayah, jenis bantuan.
- Rincian data per wilayah, mencakup sumber bantuan, jenis bantuan, volume, hingga satuan.
- Filter jenis bantuan, yang memungkinkan pengguna menyaring data berdasarkan kategori bantuan.
- Status verifikasi data otomatis, di mana sistem secara otomatis menandai suatu entri data sebagai "terverifikasi" apabila seluruh kolom informasi telah terisi lengkap, dan "belum terverifikasi" apabila masih terdapat data yang kosong tanpa perlu input manual dari petugas.
Fitur verifikasi otomatis ini menjadi salah satu nilai tambah yang membedakan dashboard buatan Fadhli dari sistem pencatatan konvensional. Dengan mekanisme ini, petugas BRMP dapat dengan cepat mengidentifikasi data mana saja yang masih perlu dilengkapi, tanpa harus memeriksa satu per satu secara manual.
Pengembangan platform digital ini berawal dari proses pengamatan Fadhli terhadap pentingnya digitalisasi layanan publik di sektor pertanian, khususnya dalam hal pencatatan dan pemantauan bantuan yang selama ini masih tersebar dan belum terintegrasi secara optimal. Melalui pendekatan yang tepat sasaran, sistem ini diharapkan dapat menjadi preseden baik bagi modernisasi tata kelola bantuan pemerintah yang lebih efisien dan terukur di masa depan.