Koperasi Sehat, ICARE Jabar Bantu Koperasi Rapikan Rantai Bisnis
Garut - Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Jawa Barat terus mendorong kemandirian bisnis kelembagaan ekonomi petani. Lewat program ICARE, sebuah Focus Group Discussion (FGD) digelar di Eptilu, Kamis (30/7), untuk membedah hasil pemetaan potensi koperasi menggunakan instrumen Development Ladder Assessment (DLA) dan Value Chain Assessment (VCA). Bagi masyarakat dan petani, evaluasi strategis ini menjadi kunci untuk memastikan program pemerintah ke depan benar-benar tepat sasaran, dikelola oleh lembaga yang sehat, dan bermuara pada lonjakan kesejahteraan anggota koperasi.
Langkah ini jauh lebih dari sekadar pendataan administratif. Instrumen DLA difungsikan sebagai alat ukur visual untuk memotret tingkat perkembangan dan kapasitas usaha koperasi, sedangkan VCA membedah efektivitas rantai nilai yang selama ini berjalan. Dihadiri langsung oleh seluruh pengurus koperasi, fasilitator, site manager, tim PIU Jawa Barat, serta Konsultan Agribisnis ICARE, diskusi mendalam ini merumuskan strategi agar rantai pasok pertanian dari hulu ke hilir makin efisien. Tujuannya sangat jelas: memangkas inefisiensi agar produk lokal makin bersaing, sehingga margin keuntungan yang diterima petani menjadi jauh lebih besar.
Guna mengawal eksekusi hasil rumusan ini, FGD ini juga menjadi momentum perkenalan Arif Rahman sebagai Tenaga Agribisnis Lapangan ICARE Jawa Barat. Kehadiran pendamping ahli di tengah masyarakat ini memastikan strategi dari meja diskusi benar-benar diterapkan secara nyata. Ke depannya, pendampingan yang intensif dan tepat guna ini akan mempercepat transformasi koperasi pertanian menjadi entitas bisnis yang modern, transparan, dan memberikan dampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat tani.