Kembangkan Usaha Bernilai Tambah di Indramayu
Indramayu, Selasa, 27 Oktober 2026 — Upaya meningkatkan kapasitas dan kemandirian usaha perempuan tani terus dilakukan melalui bimbingan teknis (bimtek) pengolahan pangan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) dari Koperasi Sumber Tani Makmur Jatibarang dan Koperasi Karya Bumi Dermayu. Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Benih Indramayu ini menghadirkan Ir. Thomas Ghozali, M.P., dosen Universitas Pasundan, sebagai narasumber.
Bimbingan teknis ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan KWT dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk pangan yang berkualitas, memiliki masa simpan lebih panjang, serta berpotensi meningkatkan nilai tambah dan pendapatan kelompok.
Dalam pemaparannya, Thomas menjelaskan bahwa prinsip utama pengolahan pangan adalah menjaga produk agar lebih awet tanpa mengabaikan kualitas dan keamanan pangan. Pemahaman mengenai proses pengolahan yang tepat menjadi bekal penting bagi anggota KWT untuk menghasilkan produk yang konsisten, layak dikonsumsi, dan memiliki daya saing di pasaran.
Selain kualitas pengolahan, aspek pengemasan dan pembangunan citra merek (brand image) turut menjadi perhatian. Desain kemasan yang menarik dapat membantu meningkatkan daya tarik produk dan membangun identitas usaha. Namun, kemasan yang baik perlu didukung oleh mutu produk, proses pengolahan yang tepat, serta daya simpan yang sesuai agar kepercayaan konsumen dapat terjaga.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga dilengkapi dengan praktik pengolahan pangan. Melalui sesi praktik, peserta dapat memperdalam keterampilan teknis dan memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan materi yang disampaikan. Pendekatan ini diharapkan membantu anggota KWT lebih percaya diri dalam mengembangkan produk olahan pangan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Bagi KWT Koperasi Sumber Tani Makmur Jatibarang dan Koperasi Karya Bumi Dermayu, peningkatan keterampilan tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan usaha secara lebih terarah. Kemampuan mengolah bahan baku menjadi produk bernilai tambah membuka peluang bagi kelompok untuk memperluas ragam produk, meningkatkan kualitas produksi, dan membangun identitas merek yang lebih kuat.
Dalam jangka panjang, penguasaan teknik pengolahan pangan diharapkan dapat membantu KWT mengurangi risiko kerugian akibat produk yang cepat rusak, meningkatkan efisiensi pemanfaatan bahan baku, serta memperbesar peluang pemasaran produk. Apabila diikuti dengan penerapan standar kebersihan, pengemasan yang sesuai, pencatatan biaya produksi, dan strategi pemasaran yang tepat, keterampilan ini dapat menjadi salah satu fondasi bagi penguatan usaha kelompok.
Lebih dari sekadar peningkatan keterampilan teknis, kegiatan ini juga diharapkan mendorong tumbuhnya kepercayaan diri dan kemandirian ekonomi perempuan tani. Dengan kemampuan mengelola proses produksi dan mengembangkan produk secara lebih profesional, anggota KWT memiliki peluang lebih besar untuk berperan aktif dalam rantai nilai pertanian, mulai dari pengolahan hasil hingga pemasaran produk.
Melalui bimbingan teknis ini, Program ICARE diharapkan terus berkontribusi dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan usaha kelompok perempuan tani di Indramayu. Penguatan kemampuan pengolahan pangan yang disertai inovasi produk dan pengembangan pemasaran diharapkan menjadi langkah nyata menuju usaha KWT yang lebih produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing.