Masifkan Penerapan PM-AAS, Sumedang Bangun Percontohan di Setiap Kecamatan
Sumedang — Dalam rangka memasifkan penerapan sistem Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS), Kabupaten Sumedang membangun demplot atau percontohan PM-AAS di setiap kecamatan. Salah satu kegiatan percontohan dilaksanakan oleh BRMP Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang serta penyuluh pertanian di Kelompok Tani Sugih Mukti, Desa Pasirbiru, Kecamatan Rancakalong. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Tim Kerja (Katimker) dan penyuluh Kabupaten Sumedang, kepala UPTD, Koordinator Penyuluh (Korluh) BPP Rancakalong, penyuluh, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Rancakalong, serta anggota Kelompok Tani Sugih Mukti.
Percontohan ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung pencapaian target luas tanam PM-AAS di Kabupaten Sumedang yang mencapai 2.648 hektare. Pada bulan Juli, penerapan PM-AAS ditargetkan mencapai luas tanam sebesar 35 hektare. Dalam kesempatan tersebut, Tim BRMP Jawa Barat menyampaikan prinsip-prinsip utama PM-AAS yang perlu diterapkan untuk mendorong produktivitas padi hingga mencapai 10 ton per hektare. BRMP Jawa Barat juga memberikan motivasi kepada para penyuluh agar terus menyebarluaskan teknologi PM-AAS serta melakukan pendampingan pada setiap fase pertumbuhan tanaman padi karena setiap tahapan budidaya berpengaruh terhadap hasil akhir.
Melalui kegiatan percontohan ini, petani diharapkan dapat melihat secara langsung penerapan teknologi dan prinsip budidaya PM-AAS di lapangan. Para petani yang hadir menyampaikan bahwa adanya demplot tersebut dapat menambah keyakinan mereka untuk menerapkan sistem PM-AAS dalam usaha tani. Percontohan di setiap kecamatan diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus mendorong perluasan penerapan pertanian modern secara berkelanjutan di Kabupaten Sumedang.