Pelatihan Drumseeder Awali Implementasi PM-AAS di Kabupaten Bandung
Bandung – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat menggelar Pelatihan Pembuatan Drumseeder sebagai langkah awal pelaksanaan Program Percepatan Modernisasi Pertanian melalui Akselerasi Areal Tanam (PM-AAS) di Kabupaten Bandung. Kegiatan yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Solokan Jeruk, Jumat (17/7), diikuti lebih dari 100 peserta yang terdiri atas ketua tim kerja, koordinator penyuluh (Korluh), serta perwakilan kelompok tani dari Kecamatan Cileunyi, Majalaya, Ciparay, Banjaran, Cilengkrang, Solokan Jeruk, Ciwidey, Ibun, Arjasari, dan Baleendah.
Pelatihan diawali dengan pemaparan materi mengenai prinsip-prinsip PM-AAS oleh Dr. Tri Hastini, meliputi pengolahan lahan, penerapan jarak tanam rapat, pemupukan berimbang, serta pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Selanjutnya, peserta mengikuti praktik pembuatan drumseeder sebagai alat tanam benih langsung (tabela). Pada sesi ini dijelaskan bahwa ukuran drumseeder dapat disesuaikan dengan karakteristik lahan di setiap wilayah. Untuk lahan sawah dataran tinggi yang umumnya berteras dan memiliki petakan sempit, alat dapat dibuat dengan ukuran yang lebih kecil tanpa mengurangi ketentuan jarak tanam yang dianjurkan.
Antusiasme peserta selama mengikuti praktik dan sesi diskusi menunjukkan tingginya minat petani terhadap inovasi yang mudah diterapkan di lapangan. Dengan kemampuan membuat drumseeder secara mandiri, petani diharapkan tidak hanya memperoleh alat tanam yang lebih ekonomis, tetapi juga mampu menerapkan pola tanam yang lebih teratur sesuai rekomendasi budidaya. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi usaha tani, produktivitas padi, serta memperkuat pencapaian swasembada pangan melalui Program PM-AAS.