Tenaga Ahli Menteri Dorong Digitalisasi Koperasi ICARE, Petani dan Peternak Jadi Aktor Utama
Garut — Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Prof. Hermansyah, mendorong koperasi binaan Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) di Kabupaten Garut untuk memperkuat pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha. Arahan tersebut disampaikan pada Workshop Multi-Stakeholder Partnership ICARE yang digelar BRMP Jawa Barat di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Selasa (8/9).
Menurut Prof. Hermansyah, dukungan teknologi harus tetap menempatkan petani dan peternak sebagai pelaku utama. Ia menekankan bahwa pengembangan program tidak semestinya melihat mereka sekadar sebagai penerima manfaat.
“Petani, peternak. Ini aktor utama, bukan penerima manfaat,” tegasnya.
Digitalisasi, lanjutnya, tidak hanya dapat diterapkan pada proses produksi, tetapi juga pada transaksi, pembayaran, pemasaran, dan distribusi. Ia mencontohkan pemanfaatan QRIS, payment gateway, serta integrasi sistem koperasi dengan layanan pengiriman yang sudah tersedia. Dengan pola tersebut, koperasi tidak harus membangun seluruh infrastruktur sendiri, tetapi dapat memanfaatkan platform yang telah ada untuk memperluas layanan dan jangkauan pasar.
Peluang itu menurutnya bahkan dapat membuka akses koperasi ke pasar yang lebih luas. “Artinya koperasi ini bisa jualan di seluruh dunia,” ujarnya saat menjelaskan kemungkinan transaksi dan pengiriman produk hingga luar negeri.
Prof. Hermansyah juga menyinggung pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk membantu pengolahan informasi serta pencatatan data pada kegiatan pertanian dan peternakan. Meski teknologi dapat mempercepat proses pengolahan data, keputusan tetap berada pada manusia.
“Kita sendiri akan dibantu. Tapi tetap yang harus memutuskan adalah kita. Mereka hanya membantu sistem yang mempermudah,” katanya.
Arahan tersebut sejalan dengan upaya ICARE di Jawa Barat untuk memperkuat proses bisnis koperasi komoditas kentang dan Domba Garut. Pengembangan teknologi, akses pasar, sistem transaksi, serta kemitraan dengan berbagai pihak menjadi bagian dari persiapan keberlanjutan koperasi setelah dukungan program berakhir.
Menutup arahannya, Prof. Hermansyah menyampaikan harapan agar koperasi mampu memperluas orientasi pasar. “Saya bermimpi, sisi perdagangan kita tidak hanya di dalam negeri, bahkan di luar negeri,” pungkasnya.