Atasi Harga Naik-Turun, BRMP Jabar dan Mahasiswa ITB Uji Coba Benih Bawang Merah Super
Lembang - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat terus mendorong inovasi ketahanan pangan. Pada Senin (22/06), kami menerima tiga mahasiswa Program Studi Rekayasa Pertanian, SITH ITB untuk Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama satu bulan. Kolaborasi ini secara khusus difokuskan pada optimalisasi rekayasa budidaya komoditas strategis pertanian guna menekan biaya tanam dan melipatgandakan hasil panen.
Para talenta muda ini akan mendalami dan mengaplikasikan teknologi True Shallot Seed (TSS). Selama ini, mayoritas petani menanam bawang merah menggunakan umbi yang memakan modal besar, butuh ruang simpan luas, dan rentan membawa penyakit bawaan. Teknologi TSS mendisrupsi cara tersebut dengan menggunakan benih biji botani murni yang jauh lebih murah, efisien, dan menghasilkan tanaman yang lebih sehat. Melalui sentuhan rekayasa pertanian, inovasi ini disiapkan agar petani kita bisa menekan biaya operasional secara drastis namun volume produksinya justru meningkat pesat.
Dengan optimalisasi teknologi TSS di BRMP Jawa Barat yang kelak diadopsi luas, ancaman kelangkaan pasokan dapat dicegah. Hasil akhirnya sangat jelas petani lokal lebih sejahtera berkat efisiensi ongkos tanam, dan masyarakat luas diuntungkan karena ketersediaan bawang merah di pasar terjamin dengan harga yang jauh lebih stabil.