Bantu Petani Naik Kelas, Ilmu Baru ICARE Jabar Bikin Petani Kentang Pasirwangi Makin Untung
Garut - Petani kentang Garut kini makin siap merebut peluang emas di pasar swalayan dan industri pengolahan. Guna mewujudkan hal tersebut, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat melalui program ICARE Jabar membekali 50 petani Koperasi Horti Agro Makmur di Kecamatan Pasirwangi dengan strategi budidaya kentang berstandar tinggi, Kamis (25/6). Langkah taktis ini menjadi jembatan agar petani tidak lagi sekadar bergantung pada pasar tradisional, tetapi mampu memenuhi kriteria ketat pasar industri melalui hasil panen yang lebih melimpah, sehat, dan memiliki kualitas yang konsisten.
Kunci utama menembus pasar kompetitif tersebut adalah kedisiplinan menerapkan Praktik Pertanian yang Baik (GAP) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) tanam yang presisi. Bersama pakar praktisi Hikmah Farm, H. Bunyan Ismail, SP., M.Sc., para petani diajarkan langsung tata cara pemupukan sesuai dosis serta teknik pengendalian hama dan penyakit yang terukur. Edukasi teknis ini menjadi solusi nyata atas keresahan harian petani, sekaligus menekan risiko kerugian gagal panen. Hasilnya, produktivitas kentang baik untuk kebutuhan konsumsi masyarakat maupun bahan baku pabrik—dapat terdongkrak secara maksimal.
Bagi masyarakat tani, pelatihan komprehensif ini membawa angin segar berupa kepastian ilmu untuk melipatgandakan margin pendapatan. Pengurus Koperasi Horti Agro Makmur, Asep Suharto, menegaskan bahwa materi penanganan hama dan pemupukan ini sangat menjawab tantangan terbesar yang kerap membuat petani merugi di lapangan. Melalui sinergi pembinaan yang berkelanjutan ini, BBRMP Jawa Barat memastikan kelembagaan koperasi semakin mandiri dan rantai pasok hortikultura Garut makin kuat, yang bermuara langsung pada peningkatan kesejahteraan keluarga petani.