Cegah Saluran Air Mubazir, BRMP Jabar Atur Ulang Irigasi Ciamis demi Selamatkan Panen Padi
Ciamis - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat bergerak cepat memastikan pembangunan infrastruktur pertanian efisien dan tepat guna. Pada 17-18 Juni, tim memverifikasi usulan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) di Kabupaten Ciamis, mencakup wilayah Kecamatan Purwadadi, Pamarican, Panjalu, dan Rajadesa. Di lapangan, tim menemukan tantangan nyata berupa penurunan debit air dan lokasi sasaran yang sangat terpelosok. Merespons hal tersebut, langkah adaptif langsung diambil dengan menggeser titik awal (titik nol) pembangunan irigasi ke lokasi yang lebih strategis dengan pasokan air yang andal.
Keputusan menggeser lokasi ini memberikan dua keuntungan besar yang langsung terasa. Pertama, pemindahan titik yang lebih dekat dengan akses jalan mampu memangkas drastis biaya angkut (langsiran) material bangunan yang mahal. Penghematan ini memastikan dana bantuan utuh menjadi bangunan fisik irigasi yang kokoh. Kedua, penyesuaian titik ke sumber air yang lebih stabil menjamin infrastruktur ini tidak berujung mubazir. Air dipastikan tetap mengalir deras ke sawah-sawah warga, memberikan kepastian pengairan walau di tengah ancaman penyusutan debit air alam.
Bagi masyarakat luas, strategi cermat tata kelola irigasi ini membawa dampak langsung pada terjaganya ketahanan pangan daerah. Infrastruktur pengairan yang berfungsi maksimal akan melindungi lahan pertanian di Ciamis dari bayang-bayang gagal panen akibat kekeringan. Pada akhirnya, modernisasi yang cermat dan adaptif ini tidak hanya mendongkrak kesejahteraan keluarga petani, tetapi juga menjamin ketersediaan pasokan beras lokal di pasaran. Masyarakat pun sangat diuntungkan karena bisa terus menikmati bahan pangan dengan harga yang stabil secara berkelanjutan.