Cetak Benih Super, BRMP Jabar Siapkan 10 Ton Benih Unggul agar Panen Petani Melimpah
Cianjur - Guna mengurangi ketergantungan pada kedelai impor yang kerap membebani masyarakat, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat mengambil langkah konkret dengan memproduksi benih sumber kedelai unggul spesifik lokasi. Pada Kamis (18/06), tim BRMP Jabar bersama BPSB Satpel Cianjur melakukan pemeriksaan pendahuluan untuk penanaman kedelai varietas Derap 1 di Desa Nanggala Mekar, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Saat ini, penanaman tahap awal telah terealisasi seluas 2 hektare dari total target 10 hektare, di mana 8 hektare sisanya akan segera digarap pada awal Juli mendatang.
Bagi para petani, keuntungan dari inisiatif ini sangatlah besar. BRMP Jabar menanam benih kelas dasar (Foundation Seed/FS) yang ditujukan khusus untuk memproduksi benih pokok (Stock Seed/SS). Dalam bahasa sederhana, program ini sedang mencetak "bibit super" yang sangat adaptif dengan kondisi alam lokal. Dengan target produksi mencapai 10 ton benih, petani Jawa Barat akan mendapatkan kepastian pasokan benih bersertifikat dengan kualitas premium. Benih spesifik lokasi ini menjamin pertumbuhan tanaman yang lebih tangguh dan memberikan hasil panen yang jauh lebih melimpah dibandingkan menggunakan benih sembarangan.
Dampak dari keberhasilan produksi 10 ton benih kedelai ini sangat nyata bagi masyarakat luas. Puluhan ton benih ini nantinya akan ditanam kembali di beberapa hektar lahan, menghasilkan panen kedelai konsumsi yang masif. Pasokan bahan baku lokal untuk perajin tahu, tempe, dan susu kedelai akan semakin melimpah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan lonjakan harga pangan akibat fluktuasi harga impor. Melalui program ini, BRMP Jabar tidak hanya mendongkrak pendapatan dan kesejahteraan petani, tetapi juga mengamankan ketersediaan pangan nabati bergizi yang murah dan mudah didapat oleh seluruh lapisan masyarakat.