Kawal Ketat Bantuan Irigasi Garut: Pastikan Benar-benar Mengairi Sawah, Bukan Sekadar Proyek
Garut - Guna menjamin pasokan pengairan bagi sawah petani di Kabupaten Garut, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat bersama Dinas Pertanian dan Penyuluh Lapangan (PPL) terjun langsung memverifikasi usulan pemeliharaan irigasi tersier pada Kamis (4/6). Perbaikan infrastruktur ini diproyeksikan mampu mengairi minimal 10 hektar lahan terdampak per titik. Bagi publik dan petani, pemeliharaan ini adalah jawaban atas kebutuhan kelancaran air di musim tanam serta pencegahan kekeringan, yang bermuara pada peningkatan hasil panen dan kesejahteraan ekonomi.
Pengecekan teknis dilakukan secara komprehensif di Kecamatan Banyuresmi (Poktan Karya Tani, Pasir Waru, Ranca Pari) dan Cibatu (Poktan Mandalawangi I, Kerta Mandiri). Tim memverifikasi langsung kelayakan sumber air, baik irigasi desa maupun irigasi teknis (primer/sekunder) serta mengukur ketepatan lokasi awal pemeliharaan (titik nol persen). Evaluasi lapangan yang ketat ini menjadi komitmen transparansi BRMP Jabar untuk memastikan bahwa setiap perbaikan infrastruktur benar-benar berfungsi maksimal mengalirkan air ke petak sawah, bukan sekadar proyek fisik yang tidak berdampak.
Dalam pelaksanaannya, prinsip kehati-hatian sangat diutamakan agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan efisien. Terbukti, dari hasil peninjauan, lokasi usulan untuk Poktan Ranca Pari harus direlokasi akibat ketidaksesuaian syarat teknis pada titik nol. Ketegasan ini menjamin persetujuan hanya diberikan pada lokasi yang secara data valid dan benar-benar membutuhkan. Infrastruktur irigasi yang andal dan terstandarisasi diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya pertanian Garut yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.