Koperasi Peternak Cikal Maju Gelar RAT Tahunan
Garut – Koperasi Peternak Cikal Maju menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai agenda rutin untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus menyusun arah pengembangan usaha pada tahun mendatang. Kegiatan yang diikuti oleh 120 anggota koperasi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kelembagaan sekaligus meningkatkan kapasitas anggota melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi di bidang peternakan, Senin (1/6/2026).
Ketua Koperasi Peternak Cikal Maju, Aceng Cahyana, menyampaikan bahwa keberadaan koperasi tidak hanya berperan dalam meningkatkan pendapatan anggota, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mengenai tata kelola organisasi, pengembangan usaha, serta penerapan teknologi pertanian dan peternakan. Menurutnya, berbagai pendampingan yang diberikan oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) telah membuka wawasan anggota terhadap teknologi modern, seperti pemanfaatan USG (Ultrasonografi) untuk mendukung reproduksi ternak dan teknologi silase untuk menjamin ketersediaan pakan berkualitas sepanjang tahun. “Koperasi menjadi wadah bagi anggota untuk berkembang bersama, meningkatkan pendapatan, sekaligus memperluas pengetahuan tentang teknologi dan inovasi yang dapat diterapkan dalam usaha peternakan,” ujarnya. Aceng juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BRMP atas dukungan yang terus diberikan dalam pengembangan usaha peternakan anggota koperasi.
Sementara itu, Direktur Wilayah BRMP Jawa Barat, Dr. Detia Tri Yunandar, menegaskan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam mempercepat adopsi inovasi dan teknologi di tingkat peternak. Menurutnya, koperasi dapat menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan agribisnis yang mampu mendorong peningkatan produktivitas, nilai tambah hasil usaha, serta kesejahteraan peternak. Ia menambahkan bahwa pengembangan usaha ke depan dapat diarahkan pada sektor pakan, pembibitan, pengolahan hasil peternakan, hingga pemanfaatan kotoran hewan (kohe) yang memiliki nilai ekonomi. Saat ini, sebanyak 295 ekor ternak telah didistribusikan kepada anggota yang tersebar di enam titik kelompok peternak di Kabupaten Garut. “Dengan semangat inovatif, amanah, dan berkelanjutan, koperasi diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan peternakan modern yang memberikan manfaat nyata bagi anggotanya dan masyarakat sekitar,” tuturnya.