Mahasiswa SITH ITB Kaji Inovasi Budidaya Bawang Merah Berbasis TSS untuk Pertanian Masa Depan
Lembang – Theresia Sinaga, Flavia Anjani Averina Widodo, dan Haifa Varisha Fitri Nasrullah, mahasiswa Program Studi Rekayasa Pertanian, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB), melaksanakan program magang selama satu bulan pada periode Juni–Juli 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat tersebut menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk terlibat langsung dalam penelitian dan pengembangan budidaya bawang merah berbasis True Shallot Seed (TSS), salah satu inovasi teknologi benih yang berpotensi mendukung pertanian hortikultura yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Selama pelaksanaan magang, para mahasiswa melakukan berbagai kajian terkait penerapan TSS, mulai dari pengaruh pemberian pupuk terhadap pertumbuhan tanaman hingga analisis efisiensi teknis dan tekno-ekonomi penggunaan TSS sebagai alternatif bibit umbi bawang merah. Kajian tersebut bertujuan menghasilkan data dan informasi ilmiah yang dapat mendukung peningkatan produktivitas, efisiensi penggunaan input produksi, serta penguatan daya saing usaha tani bawang merah.
Selain itu, tim juga melakukan analisis pertumbuhan bawang merah TSS dalam sistem tumpangsari untuk mengkaji pemanfaatan lahan yang lebih optimal. Melalui penelitian ini, para mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan dan pemahaman mendalam mengenai sistem pertanian modern, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan inovasi yang mendukung transformasi sektor pertanian Indonesia. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi petani, peneliti, dan pemangku kepentingan dalam mendorong budidaya bawang merah yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.