Panen Kentang Cisurupan Naik 96% : Sukses Beri Kepastian Harga bagi Petani
Garut - Petani kentang di Kecamatan Cisurupan baru saja membuktikan bahwa inovasi terapan mampu melipatgandakan hasil bumi. Melalui Program Matching Grant ICARE Jawa Barat, panen perdana kentang varietas Granola pada pertengahan Mei 2026 ini sukses menembus produktivitas hingga 39,28 ton per hektare. Angka ini melonjak tajam hingga 96,4% dari rata-rata panen lokal yang biasanya hanya mentok di angka 20 ton per hektare. Lonjakan produksi dari lahan yang dikelola oleh empat petani binaan (Bapak Roni, Ibu Dona, Bapak Dede, dan Bapak Achmad) ini menjadi jawaban atas kebutuhan publik akan ketersediaan pasokan kentang segar bermutu tinggi di pasaran.
puluhan ton panen ini didominasi oleh kentang kualitas premium (Grade AB dan C) yang distribusinya langsung dijamin oleh Koperasi Putra Cisurupan Berdaya (KPCB) menuju pasar-pasar besar, seperti Pasar Induk Caringin Bandung. Kepastian harga beli ini melindungi petani dari permainan harga tengkulak. Menariknya lagi, program ini membawa dampak ekonomi berganda (multiplier effect) melalui prinsip tanpa limbah (zero waste). Sekitar 4,7 ton kentang sisa sortir luar grade tidak dibuang, melainkan disulap menjadi aneka produk olahan UMKM bernilai jual tinggi seperti kering kentang mustofa, keripik, dan jajanan pasar yang turut membuka keran penghasilan baru bagi warga sekitar.
Keberhasilan spektakuler ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil nyata dari pendampingan teknis BRMP Jawa Barat dalam mengawal penerapan Good Agricultural Practices (GAP) secara disiplin. Bagi publik, dampak dari keberhasilan program ini sangat jelas: stabilitas pasokan pangan daerah yang terjaga, harga pasar yang lebih terkendali karena stok melimpah, dan yang terpenting, terangkatnya derajat kesejahteraan petani pedesaan.