Perkuat Kompetensi Pegawai, BRMP Gelar Pelatihan Public Speaking
Perkuat Kompetensi Pegawai, BRMP Gelar Pelatihan Public Speaking dan Rantai Nilai Komoditas Pertanian
Bogor — Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) menyelenggarakan Pelatihan Bahasa Inggris untuk Peningkatan Public Speaking Batch II dan Pelatihan Pengembangan Rantai Nilai Komoditas Pertanian pada 29 September–1 Oktober 2026 di Bogor. Kegiatan ini diikuti pegawai lingkup BRMP untuk memperkuat kemampuan komunikasi sekaligus kompetensi teknis yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas.
Kepala Bagian Umum BRMP, Bekti Subagja, dalam laporan kegiatan menyampaikan bahwa Pelatihan Pengembangan Rantai Nilai Komoditas Pertanian diikuti 98 peserta secara luring, sementara Pelatihan Bahasa Inggris untuk Peningkatan Public Speaking Batch II diikuti 50 peserta yang dibagi ke dalam dua kelas.
Dari BRMP Jawa Barat, Niken Resti Pratiwi mengikuti Pelatihan Bahasa Inggris untuk Peningkatan Public Speaking Batch II. Sementara pada Pelatihan Pengembangan Rantai Nilai Komoditas Pertanian, Rahma Ayu Priani mengikuti kelas Mutu Benih, Latifah Wara Syahida mengikuti kelas Mutu Beras, dan Setiadi Wibowo mengikuti kelas Laboratorium Tanah.
Pelatihan bahasa Inggris diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta berkomunikasi secara lisan dalam situasi profesional, menyampaikan gagasan dan informasi di hadapan audiens, serta melakukan presentasi secara terstruktur dan mudah dipahami. Materi juga mencakup intonasi, artikulasi, bahasa tubuh, dan kemampuan membangun interaksi dengan audiens.
Sementara itu, Pelatihan Pengembangan Rantai Nilai Komoditas Pertanian diarahkan pada peningkatan pemahaman peserta terhadap standar mutu, mulai dari kegiatan lapangan, proses di laboratorium, hingga interpretasi data sesuai standar yang berlaku. Peserta juga memperoleh penguatan praktik langsung di laboratorium untuk mendukung pelaksanaan tugas pengujian dan penjaminan mutu.
Perwakilan IPB Training Center dalam sambutannya menyampaikan bahwa public speaking tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara di depan banyak orang, tetapi juga kemampuan menyusun gagasan dan menyampaikannya secara jelas serta meyakinkan. Penggunaan bahasa Inggris, menurutnya, dapat memperluas ruang komunikasi pegawai BRMP dengan mitra pembangunan, lembaga internasional, maupun komunitas global.
Ia juga mendorong peserta agar tidak terlalu khawatir melakukan kesalahan tata bahasa ketika mulai berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Keberanian mencoba, kepercayaan diri, dan kemauan untuk terus berlatih menjadi bagian penting dalam proses meningkatkan kemampuan komunikasi.
Sekretaris BRMP, Handi Arief, S.T., M.A.P., dalam arahannya menilai kemampuan bahasa Inggris semakin dibutuhkan seiring keterlibatan BRMP dalam berbagai kerja sama dengan mitra internasional. Ia menyebut World Bank dan IFAD sebagai beberapa lembaga yang dalam pelaksanaan kerja membutuhkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris dari pegawai BRMP.
“Karena kita juga banyak melakukan kerja sama dengan organisasi di luar negeri, misalnya seperti World Bank, IFAD, dan lain sebagainya, itu yang memang memerlukan skill bahasa Inggris kita,” ujar Handi.
Menurut Handi, kemampuan tersebut perlu terus diasah, tidak hanya untuk komunikasi langsung, tetapi juga untuk mendukung presentasi, penyusunan proposal, serta berbagai bentuk komunikasi profesional lainnya. Ia juga menekankan bahwa dunia kerja membutuhkan kemampuan praktis yang dapat diterapkan secara langsung.
“Kalau di dunia kerja itu yang ditanya sebenarnya skill juga. Kamu bisa apa? Kamu bisa software apa? Kamu bisa melakukan apa?” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Handi menyinggung pentingnya kaderisasi di lingkungan BRMP. Menurutnya, jarak antara pegawai senior dan junior perlu diantisipasi melalui pengembangan kapasitas secara berkelanjutan agar pegawai yang lebih muda siap mengambil peran dan tanggung jawab yang lebih besar di masa mendatang.
Ia berharap kegiatan peningkatan kapasitas tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi dapat terus dikembangkan melalui program capacity building dan pemberdayaan pegawai BRMP.
Pelatihan Bahasa Inggris untuk Peningkatan Public Speaking Batch II dan Pelatihan Pengembangan Rantai Nilai Komoditas Pertanian kemudian secara resmi dibuka oleh Handi Arief. Selama tiga hari pelaksanaan, peserta diharapkan dapat menyerap materi yang diberikan dan menerapkannya dalam pelaksanaan tugas di unit kerja masing-masing.