PM-AAS Andalkan Musuh Alami Hama, 20 Rubuha Dipasang di Kawasan Pertanaman Padi
Indramayu – Program PM-AAS terus mendorong penerapan teknologi ramah lingkungan dalam mendukung produktivitas pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemasangan 20 unit Rumah Burung Hantu (Rubuha) di kawasan pertanaman padi sebagai sarana pengendalian hama tikus secara alami. Setiap unit Rubuha dirancang untuk melindungi areal seluas sekitar 5 hektare, sehingga keberadaan 20 unit Rubuha diharapkan mampu menjangkau hamparan sawah yang lebih luas.
Pemasangan Rubuha dilakukan secara gotong royong oleh petani bersama tim pendamping PM-AAS di sejumlah titik strategis pada hamparan pertanaman. Rubuha berfungsi sebagai tempat tinggal bagi burung hantu (Tyto alba), yang dikenal sebagai predator alami tikus dan efektif membantu menekan populasi hama tanpa menggunakan bahan kimia. Keberadaan burung hantu di kawasan pertanian menjadi salah satu solusi pengendalian hama yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui pemanfaatan musuh alami, PM-AAS tidak hanya berupaya meningkatkan hasil produksi pertanian, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan persawahan. Pemasangan 20 unit Rubuha ini menjadi bagian dari implementasi pengendalian hama terpadu yang mendukung pertanian modern, produktif, dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat petani.