Rakor Penyuluhan Pertanian Jabar 2026: BRMP Jabar Dorong Transformasi dan Modernisasi Pertanian
Direktur Wilayah Jawa Barat, Dr. Detia Tri Yunandar, menghadiri Rapat Koordinasi Penyuluhan Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang diselenggarakan di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat pada Rabu (06/05/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung kebijakan pembangunan pertanian nasional serta prioritas pembangunan daerah, melalui upaya sinkronisasi dan koordinasi penyelenggaraan penyuluhan pertanian, khususnya di wilayah Jawa Barat. Rapat koordinasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan penyuluh pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Detia Tri Yunandar menyampaikan bahwa modernisasi pertanian menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing sektor pertanian di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika pasar global. Penerapan teknologi pertanian, mekanisasi, serta digitalisasi menjadi fokus utama dalam mendukung transformasi pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak dalam mendampingi petani untuk mengadopsi inovasi dan teknologi modern.
Menurutnya, keberhasilan program modernisasi pertanian sangat bergantung pada efektivitas penyuluhan yang mampu menjembatani kebutuhan petani dengan perkembangan teknologi dan kebijakan pemerintah.
Rapat koordinasi ini juga menjadi wadah diskusi untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi tantangan di lapangan, serta merumuskan langkah strategis guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan penyuluhan pertanian di Jawa Barat.
Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Dengan komitmen bersama, penyelenggaraan penyuluhan pertanian di Jawa Barat diharapkan semakin efektif dalam mendorong swasembada pangan, peningkatan kesejahteraan petani serta ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.