Solusi Bawang Mahal: BRMP Jabar Hadirkan Teknologi 'Proliga' untuk Panen Lipat Ganda
Lembang - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat resmi memulai langkah dalam transformasi budidaya bawang merah. Melalui tim Taman Agro Modern yang dipimpin oleh Pak Wawan, proses penyemaian benih bawang merah menggunakan teknologi Produksi Lipat Ganda (Proliga) telah dimulai pada Senin (27/04/2026). Display teknologi ini bukan sekadar pameran visual, melainkan bukti nyata bahwa modernisasi pertanian mampu menjawab tantangan produktivitas di tanah Pasundan.
Berbeda dengan cara konvensional yang menggunakan umbi, Proliga memanfaatkan benih biji (TSS/True Shallot Seed) yang terbukti mampu mendongkrak hasil panen secara signifikan. Penggunaan biji sebagai sumber benih tidak hanya memangkas biaya transportasi dan penyimpanan, tetapi juga menghasilkan tanaman yang lebih sehat dan minim serangan penyakit. Bagi masyarakat, ini adalah sinyal positif bahwa ketersediaan bawang merah di pasar akan lebih stabil dengan kualitas yang jauh lebih unggul.
Hadirnya display Proliga di Taman Agro Modern BRMP Jabar merupakan solusi konkret atas mahalnya harga bibit umbi yang seringkali membebani petani. Dengan keberhasilan penyemaian ini, BRMP Jabar ingin menunjukkan bahwa kemandirian benih dan efisiensi biaya produksi kini berada dalam jangkauan. Dampaknya, akselerasi adopsi teknologi ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani melalui hasil panen yang berlipat ganda.